Kalsel.Radigfamedia.com, Hulu Sungai Tengah – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menegaskan pentingnya penyediaan menu yang variatif, bergizi, dan layak konsumsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi pelaksanaan MBG yang digelar di Aula Bapelitbangda lantai II, Kamis (26/2/2026).
Rapat koordinasi yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi terkait, Komando Cabang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) HST, seluruh SPPG se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah, serta seluruh mitra dapur MBG. Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penguatan koordinasi guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar pelayanan dan kelayakan.
Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi, dalam arahannya menegaskan pentingnya variasi menu selama bulan Ramadan. Ia meminta penggunaan telur sebagai sumber protein tidak dilakukan secara terus-menerus karena berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok di pasaran.
“Selama Ramadan menu telur harus diganti dengan menu yang lain untuk protein agar lebih variatif. Jika tidak dihiraukan, maka Pemkab akan mengambil langkah mengliburkan dapur. Menu telur yang digunakan terus-menerus juga bisa menyebabkan inflasi pada bahan pokok telur, apalagi di bulan Ramadan,” tegasnya.
Selain itu, Wakil Bupati juga mengarahkan agar suplai beras untuk kebutuhan MBG nantinya dibeli melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan mulai diterapkan setelah Ramadan sebagai langkah pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan peningkatan kesejahteraan petani lokal.
Ia juga menyoroti masih adanya dapur MBG yang belum menjalankan pemberian makanan kepada kelompok sasaran B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Menurutnya, kelompok rentan tersebut merupakan prioritas utama program karena memiliki kebutuhan gizi yang lebih tinggi dan berkaitan dengan program penuntasan stunting.
“Program MBG ini harus benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan. Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita jangan sampai terlewatkan karena mereka adalah prioritas dalam pemenuhan gizi yang mana itu berpengaruh pada tumbuh kembang anaknya, ini sejalan dengan program penuntasan sunting” ujarnya.
Wabup HST juga berharap seluruh pengelola dapur dapat bersikap kooperatif serta mengikuti arahan pemerintah daerah demi kelancaran pelaksanaan program.
“Kami berharap setiap dapur kooperatif, terbuka terhadap evaluasi, dan menjalankan standar yang telah ditetapkan. Tujuan kita sama, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui penguatan koordinasi, pengawasan, dan komitmen bersama seluruh pihak, Pemkab HST berharap pelaksanaan MBG dapat berjalan optimal, tepat sasaran, serta mampu meningkatkan kualitas gizi sekaligus kesejahteraan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah secara berkelanjutan.
Reporter: Nor Habibah Rahmah
