Bangun Demokrasi yang Sehat, Pemkab HST Tingkatkan Kapasitas Politik Perempuan Lewat 80 Perwakilan Organisasi Perempuan

Kalsel.Radigfamedia.com, Hulu Sungai Tengah – Keterlibatan perempuan dalam ruang publik dan proses pengambilan keputusan menjadi kunci lahirnya kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal saat membuka Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Perempuan di Barabai, Rabu (17/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Samsul Rizal menekankan pentingnya peningkatan pemahaman politik bagi perempuan guna mendorong partisipasi yang lebih luas dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan literasi politik perempuan, tetapi juga menjadi upaya untuk menghapus berbagai stereotip gender yang selama ini membatasi ruang gerak perempuan dalam pengambilan keputusan.

“Nilai demokrasi harus ditanamkan sejak dini dari lingkungan keluarga. Perempuan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rendahnya pemahaman terhadap hak-hak sipil serta keterbatasan akses informasi masih menjadi tantangan yang dihadapi sebagian perempuan untuk berpartisipasi aktif di ruang publik. Padahal, keterlibatan perempuan sangat diperlukan dalam proses perumusan kebijakan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, perempuan juga dituntut memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar mampu menyaring informasi dan terhindar dari berbagai bentuk disinformasi yang marak beredar.

“Keterlibatan perempuan menentukan kualitas kebijakan publik yang dihasilkan. Karena itu, peningkatan kapasitas dan wawasan politik perempuan harus terus didorong,” katanya.

Samsul Rizal menegaskan bahwa kesetaraan gender tidak boleh berhenti pada pemenuhan kuota semata. Menurutnya, kesetaraan harus diwujudkan melalui pemberian kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkembang, menyampaikan aspirasi, dan berkontribusi dalam proses pembangunan.

“Perempuan perlu memiliki ruang yang sama untuk menyampaikan gagasan dan berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) HST, Rusdiyanto, mengatakan keterlibatan perempuan merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan sistem pemerintahan yang demokratis, adil, dan inklusif.

Menurutnya, perempuan yang memiliki pemahaman politik yang baik akan mampu mengambil peran lebih besar dalam berbagai sektor pembangunan, baik di lingkungan masyarakat maupun pemerintahan.

“Perempuan perlu memiliki pemahaman politik yang memadai agar mampu berpartisipasi secara aktif dan mengambil peran dalam berbagai proses pembangunan,” ujarnya.

Upaya pencerdasan ini terbukti berhasil meruntuhkan paradigma lama di akar rumput yang sering kali menganggap urusan tata negara tidak memiliki kaitan dengan kehidupan rumah tangga. Faktanya, setiap regulasi yang disahkan pemerintah berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi keluarga hingga sektor pendidikan.
“Dulu saya berpikir urusan negara terpisah dari kehidupan sehari-hari, tetapi sekarang saya memahami bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah juga memengaruhi kesempatan kerja, perlindungan perempuan, dan kesejahteraan keluarga,” ungkap Norkhalis Faujannah, salah seorang anggota Fatayat NU yang hadir sebagai peserta.
Kesadaran baru tersebut memicu komitmen para peserta untuk menyebarluaskan literasi kesetaraan ke lingkungan sekitar mereka, demi menghapus stigma bahwa perpolitikan adalah wilayah yang tabu bagi kaum hawa.
“Perempuan perlu menjadi kelompok yang sadar, kritis, dan aktif menyampaikan aspirasi agar kebutuhan mereka dapat terakomodasi dalam pembangunan daerah,” kata perwakilan Fatayat NU, Nor Habibah Rahmah.
Melalui penguatan wawasan kewarganegaraan ini, ke depannya diharapkan semakin banyak srikandi di Bumi Murakata yang berani tampil di forum-forum publik demi memastikan laju pembangunan berjalan secara adil dan representatif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten HST berharap semakin banyak perempuan di Bumi Murakata yang berani tampil di ruang publik, terlibat dalam proses pengambilan keputusan, serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Reporter: NHR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *