Kalsel.Radigfamedia.com, Hulu Sungai Tengah – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal, membawa sejumlah usulan strategis untuk penanganan banjir saat menghadiri audiensi percepatan pengendalian banjir Wilayah Sungai (WS) Barito Klaster Banua Anam di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Dalam forum yang dihadiri para kepala daerah se-Banua Anam tersebut, Samsul Rizal memperjuangkan pembangunan Bendungan Pancur Hanau, kolam regulasi, kanal banjir, hingga normalisasi sejumlah sungai sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Audiensi dipimpin Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold A.P. Ritiauw, serta dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan bersama kepala daerah dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, dan Tapin.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Arnold A.P. Ritiauw, mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dalam mencari solusi atas persoalan banjir yang menjadi tantangan bersama di wilayah Banua Anam.
Menurutnya, seluruh aspirasi yang disampaikan pemerintah daerah akan menjadi bahan kajian teknis guna menghasilkan langkah penanganan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi yang telah terbangun ini merupakan modal penting dalam upaya pengendalian banjir. Pemerintah pusat berkomitmen menindaklanjuti berbagai usulan daerah melalui kajian teknis yang komprehensif agar solusi yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati HST Samsul Rizal menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pengendalian banjir menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat di daerahnya. Ia mengusulkan pembangunan Bendungan Pancur Hanau sebagai salah satu proyek strategis yang diyakini mampu menahan debit air sekaligus mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan kolam regulasi dan kanal banjir untuk mengendalikan limpasan air saat curah hujan tinggi, serta normalisasi Sungai Batang Alai, Sungai Barabai, dan Sungai Haruyan yang selama ini menjadi jalur utama aliran air di wilayah Hulu Sungai Tengah.
“Berbagai infrastruktur ini sangat dibutuhkan masyarakat sebagai upaya mengurangi risiko banjir yang terus berulang. Kami berharap dukungan pemerintah pusat agar program-program tersebut dapat segera direalisasikan sehingga memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Samsul Rizal.
Ia menambahkan, penanganan banjir di Banua Anam tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi dan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten agar pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dapat berjalan secara terpadu.
Samsul Rizal optimistis kolaborasi yang terus diperkuat tersebut akan mempercepat terwujudnya sistem pengendalian banjir yang lebih efektif, sekaligus mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Hulu Sungai Tengah.
“Harapan kami, sinergi ini mampu melahirkan solusi jangka panjang sehingga masyarakat dapat hidup lebih aman dan pembangunan daerah dapat berlangsung secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Reporter: NHR
