Kalsel.Radigfamedia.com, Hulu Sungai Tengah – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pertala, Desa Jatuh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, menghadirkan inovasi agrowisata kebun melon petik sendiri sebagai upaya mempermudah pemasaran hasil panen sekaligus memberikan pengalaman baru bagi masyarakat, Kamis (2/7/2026).
Dari lahan seluas sekitar 0,4 hektare, kebun agrowisata tersebut mampu menghasilkan lebih dari dua ton melon per hari saat kemarin di buka. Petugas agrowisata akan menyediakan plastik dan gunting kepada pengunjung yang ingin memetik buah melon, setelahnya akan di timbang dan membayar dengan harga Rp. 12.000/kg, Konsep petik sendiri memungkinkan pengunjung membeli buah langsung dari kebun, memilih sendiri langsung petik.
Pengawas Pertanian Setempat (PPS), Muhammad Khairani, mengatakan kebun melon tersebut ditanami sebanyak 2.500 batang melon varietas Rock yang memiliki karakteristik unggul.
“Melon Rock memiliki kulit buah berwarna kuning, rasanya manis, dan ukuran buahnya lebih besar dibandingkan beberapa varietas lainnya. Karena itu, jenis ini dipilih untuk dikembangkan di Desa Jatuh,” ujarnya.
Menurut Khairani, keberadaan agrowisata tersebut menjadi terobosan baru dalam pemasaran hasil pertanian desa. Selain mempersingkat rantai distribusi, masyarakat juga dapat menikmati pengalaman memetik buah langsung dari kebun.
“Konsep ini merupakan inovasi BUMDes untuk memudahkan pemasaran hasil panen tanpa harus bergantung kepada tengkulak. Masyarakat bisa datang, memilih, dan memetik sendiri buah yang diinginkan sehingga memberikan pengalaman wisata yang berbeda,” katanya.
Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap wisata petik melon menjadi indikator positif bagi pengembangan usaha berbasis pertanian di pedesaan.
Khairani juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian dan inovasi yang dijalankan BUMDes Pertala.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang terus memberikan dukungan dan motivasi terhadap pengembangan pertanian di desa. Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian,” tuturnya.
Salah seorang pengunjung, Sulhan, merasa keberadaan agrowisata ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga memberikan edukasi tentang pertanian modern dan potensi desa.
“Saya senang sekali dengan adanya agrowisata petik melon ini. Selain bisa membeli buah yang masih segar langsung dari kebun, kami juga mendapatkan pengalaman baru memetik sendiri bersama keluarga. Anak-anak juga sangat antusias melihat dan memetik melon disini,” ujarnya
Keberhasilan agrowisata petik melon ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. Selain meningkatkan pendapatan desa, usaha tersebut juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, mulai dari proses budidaya hingga pelayanan kepada pengunjung.
Ke depan, BUMDes Pertala berencana mengembangkan inovasi jenis tanaman, memperluas lahan, meningkatkan fasilitas pendukung dan memperluas konsep wisata edukasi pertanian agar dapat menjadi salah satu destinasi agrowisata unggulan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Reporter: NHR
