Kalsel.Radigfamedia.com, Hulu Sungai Tengah – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan keagamaan sebagai fondasi membentuk generasi Qurani yang berilmu, berakhlakul karimah, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Komitmen tersebut disampaikan pada Wisuda Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang berlangsung di Balai Rakyat Barabai, Rabu (8/7/2026).
Ratusan santri dari berbagai Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung khidmat dan penuh haru. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, Gusti Rosyadi Elmi, yang mewakili Bupati HST Samsul Rizal.
Dalam sambutannya, Gusti Rosyadi Elmi menegaskan bahwa wisuda bukan menjadi akhir dari proses belajar, melainkan langkah awal bagi para santri untuk terus memperdalam ilmu agama, memperkuat keimanan, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Madrasah Diniyah Takmiliyah bukan sekadar tempat belajar membaca Al-Qur’an dan ilmu agama, tetapi juga tempat menanamkan adab, membentuk karakter, dan membekali generasi muda dengan nilai-nilai yang akan menjadi pegangan dalam kehidupan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan agama tidak dapat dibebankan hanya kepada madrasah. Peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus berjalan beriringan agar mampu melahirkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.
“Kami mengajak para orang tua untuk terus mendampingi pendidikan agama anak-anak setelah menyelesaikan pendidikan di MDT. Sinergi antara madrasah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah akan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Dari madrasah-madrasah diniyah inilah kita berharap lahir generasi Hulu Sungai Tengah yang memiliki ilmu dan adab, mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai agama dan jati dirinya,” tuturnya.
Sementara itu, Ustadzah Sajidah selaku pendamping santri dari MDA TPA Nurul Islam Kampung Kopi mengaku bangga dapat menyaksikan para santrinya menyelesaikan pendidikan di Madrasah Diniyah Takmiliyah. Menurutnya, prosesi wisuda menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan anak-anak dalam menuntut ilmu agama sekaligus motivasi untuk terus belajar.
“Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias mengikuti wisuda ini. Bagi mereka, ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penyemangat untuk terus belajar Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap ilmu yang mereka peroleh dapat diamalkan dan menjadi bekal yang bermanfaat bagi masa depan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang selama ini terus memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan di madrasah diniyah.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang terus mendukung keberadaan madrasah diniyah. Dukungan seperti ini memberikan semangat bagi para ustadz dan ustadzah untuk terus mendidik generasi Qurani yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia,” tambahnya.
Reporter: NHR
