Kalsel.radigfamedia.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjawab tantangan lingkungan. Melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), digelar Sosialisasi Peningkatan Kepedulian Pemuda bertema “Redesign Ecocreative: Melalui Kreativitas dan Inovasi Digital, Pemuda Kawa Melestarikan Lingkungan” di Aula Khatib Dayan, Kamis (2/7).
Kegiatan yang diikuti 100 peserta dari organisasi kepemudaan, komunitas, hingga masyarakat umum tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda. Hadir pula Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rickval Fachruri sebagai narasumber, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Gusti Ikromi, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Banjarmasin membangun kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan melalui pendekatan kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Hj. Ananda menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah menghadirkan solusi atas berbagai persoalan daerah, terutama persoalan sampah yang masih menjadi tantangan bersama.
Ia mengajak generasi muda tidak hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga menjadi pelaku perubahan dengan menghadirkan gagasan dan inovasi yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.
“Pemuda Kota Banjarmasin kami tantang untuk ikut menyelesaikan persoalan sampah. Kritik tentu penting, tetapi akan jauh lebih bermakna jika disertai kontribusi nyata berupa ide, kreativitas, dan inovasi yang dapat membantu pemerintah mengatasi persoalan lingkungan,” ujarnya.
Menurut Ananda, pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi generasi muda untuk menciptakan solusi, mulai dari upaya pengurangan sampah, pengelolaan, hingga pemanfaatan kembali menjadi produk yang bernilai.
Ia menilai peran pemuda menjadi salah satu kunci dalam mendukung terwujudnya visi pembangunan Kota Banjarmasin yang bersih, maju, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Banjarmasin, Gusti Ikromi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk workshop agar peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga mampu mengembangkan ide-ide kreatif berbasis lingkungan.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan wadah kolaborasi antara pemerintah, DPRD, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam mendorong lahirnya inovasi pengelolaan sampah yang lebih efektif.
“Kami ingin membangun pola pikir bahwa sampah bukan semata-mata limbah, tetapi dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara kreatif. Siapa pun dapat terlibat, tidak harus memiliki usaha terlebih dahulu. Yang terpenting adalah kemauan untuk berkolaborasi dan menghadirkan solusi,” jelasnya.
Ikromi menambahkan, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD bersama organisasi kepemudaan Perspektif. Antusiasme peserta yang mencapai 100 orang menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan sekaligus menjadi modal penting dalam membangun gerakan bersama.
Melalui Redesign Ecocreative, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap lahir berbagai inovasi yang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dari sesuatu yang dianggap tidak bernilai menjadi sumber manfaat ekonomi dan lingkungan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin untuk terus menjadikan pemuda sebagai mitra strategis pembangunan, khususnya dalam menciptakan ekosistem pengelolaan lingkungan yang kreatif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi digital demi mewujudkan Kota Banjarmasin yang maju, hijau, dan sejahtera.
