Pemkot Banjarmasin Ajak Pemuda Berinovasi Atasi Persoalan Sampah

Kalsel.radigfamedia.com, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) mengajak generasi muda untuk turut mengambil peran dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kepedulian Pemuda bertema “Redesign Ecocreative: Melalui Kreativitas dan Inovasi Digital, Pemuda Kawa Melestarikan Lingkungan” yang digelar di Aula Khatib Dayan Kota Banjarmasin, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan dibuka Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda. Turut hadir Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rickval Fachruri selaku narasumber, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Banjarmasin, Gusti Ikromi, serta 100 peserta yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP), komunitas, dan kalangan pemuda lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Banjarmasin dalam meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan melalui pendekatan kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital.

Usai membuka kegiatan, Wakil Wali Kota Ananda menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan daerah, termasuk masalah sampah yang hingga kini masih menjadi perhatian bersama.

“Seperti yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Bapak Rickval Fachruri, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian pemuda terhadap lingkungan. Pemuda Kota Banjarmasin kami tantang untuk ikut menyelesaikan persoalan yang sedang kita hadapi bersama, yaitu masalah sampah,” ujarnya.

Menurut Ananda, kritik terhadap pemerintah seharusnya berjalan beriringan dengan partisipasi dan kontribusi nyata dari masyarakat, termasuk generasi muda.

“Jangan hanya bisa menyampaikan kritik bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin belum mampu menyelesaikan persoalan sampah. Pemuda adalah bagian dari masyarakat Kota Banjarmasin, sehingga kami berharap mereka juga memberikan sumbangsih pemikiran, inovasi, dan kreativitas untuk membantu menyelesaikan persoalan lingkungan ini,” tegasnya.

Ia mendorong agar ide dan kreativitas yang lahir dari generasi muda tidak berhenti pada gagasan, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi konkret dalam pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

“Apa yang bisa mereka upayakan dan inovasikan untuk menyelesaikan persoalan sampah, mulai dari proses pengurangan, pengelolaan hingga pemanfaatannya kembali. Kami menilai ini sangat penting karena pemuda merupakan salah satu sasaran strategis dalam mewujudkan visi dan misi Yamin-Ananda,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Banjarmasin, Gusti Ikromi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk workshop yang bertujuan membekali pemuda dengan wawasan dan keterampilan untuk mengembangkan inovasi berbasis lingkungan.

“Hari ini kami kembali melaksanakan workshop bertajuk Redesign Ecocreative. Melalui kegiatan ini kami memberikan pelatihan kepada para pemuda agar mampu berkolaborasi bersama pemerintah dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah,” jelasnya.

Ikrom menyebutkan, kegiatan tersebut mendapat antusiasme cukup tinggi dengan melibatkan 100 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi kepemudaan, komunitas, hingga pemuda umum yang mendaftar melalui media sosial.

“Pesertanya berjumlah 100 orang yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan, komunitas, hingga pemuda umum yang mendaftar melalui media sosial. Kegiatan ini juga merupakan inisiatif Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan Perspektif sehingga dapat terlaksana pada hari ini,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu fokus kegiatan adalah mengubah cara pandang pemuda terhadap sampah. Sampah yang selama ini dianggap tidak memiliki manfaat, menurutnya, dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai bahkan memiliki potensi ekonomi.

“Fokus kita hari ini adalah bagaimana pengelolaan sampah yang sebelumnya dianggap tidak bermanfaat menjadi sesuatu yang bernilai dan memiliki nilai ekonomi. Kami tidak membatasi peserta harus sudah memiliki usaha atau belum. Yang terpenting adalah mereka memiliki kemauan untuk berkolaborasi bersama pemerintah dalam kegiatan daur ulang dan pengelolaan sampah,” bebernya.

Ikrom berharap workshop tersebut dapat melahirkan gagasan dan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga dapat diterapkan sebagai solusi nyata dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kota Banjarmasin.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan generasi muda sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi pengelolaan lingkungan yang kreatif, berkelanjutan, dan memanfaatkan teknologi digital demi mewujudkan Kota Banjarmasin yang semakin maju dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *