Kalsel.Radigfamedia.com, Hulu Sungai Tengah – Aliran sungai dari Desa Aluan Bakti hingga Desa Jaranih Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mulai dibersihkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HST dengan mengerahkan alat berat untuk mengangkat material yang menyumbat aliran sungai, Kamis (15/10/2026).
Pembersihan ini dilakukan untuk mengembalikan kelancaran aliran air sekaligus mengurangi risiko penyumbatan saat debit sungai kembali meningkat. Penanganan dimulai dari Desa Aluan Bakti dan akan dilanjutkan secara bertahap hingga Desa Jaranih.
Material bambu yang terbawa arus banjir menjadi salah satu kendala di sepanjang aliran sungai. Jika dibiarkan menumpuk, material tersebut berpotensi menghambat aliran air, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah HST.
Karena itu, pembersihan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan dan memprioritaskan titik-titik yang mengalami penyumbatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi banjir, selain penanganan sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan sungai.
Sebelumnya, Bupati HST Samsul Rizal telah menyampaikan rencana pengerukan Sungai Barabai untuk meningkatkan kapasitas aliran air. Rencana tersebut disampaikan saat memantau kondisi sungai pada Selasa (1/9/2026).
“Dalam waktu dekat kita akan lakukan penanganan. Sungai Barabai ini akan dikeruk agar lebih dalam, agar pada musim hujan ke depan dapat mengurangi bencana banjir,” kata Samsul.
Pengerukan direncanakan dimulai dari Desa Pajukungan menuju wilayah Munti, kemudian dilanjutkan ke arah Jaranih hingga bagian ujung sungai. Penanganan tersebut diperlukan karena masih terdapat sejumlah titik dengan kondisi sungai yang mengalami pendangkalan.
“Di wilayah tersebut sangat banyak titik pendangkalan dan akan segera kita tangani,” ujarnya.
Melalui pembersihan material pascabanjir dan rencana pengerukan sungai, Pemkab HST berupaya mengurangi hambatan aliran air sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Penanganan secara bertahap diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran aliran sungai dan menekan risiko banjir di wilayah terdampak.
Reporter:NHR
