Pemkab HST Tekankan Pendidikan Karakter Lewat Rakor Guru PAI

Kalsel.Radigfamedia.com, Hulu Sungai Tengah – Transformasi metode pembelajaran dan penguatan pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang digelar di Aula Lantai 2 Bapperida HST, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini diikuti guru PAI jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai upaya menyelaraskan langkah menghadapi tantangan era Society 5.0.

Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, melaporkan sebanyak 101 peserta hadir, terdiri atas 40 guru PAI SMP dari 35 sekolah negeri dan swasta, termasuk SMP Muhajirin dan SMPIT Al-Khair, serta 50 guru PAI SD dari Kecamatan Barabai dan Batu Benawa, didampingi lima pengawas pembina. Dalam paparannya, ia menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang dinilai melampaui rata-rata kecerdasan manusia.

“Data nasional menunjukkan IQ teknologi (AI) saat ini berada di angka 135, sementara rata-rata manusia berada di angka 120 dengan capaian Indonesia hanya 80-100,” jelas Anhar.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi dasar perlunya transformasi paradigma pendidikan dari teacher centered menjadi student centered, mengingat akses pengetahuan kini semakin terbuka melalui teknologi.

Pemerintah daerah menetapkan pendidikan karakter sebagai prioritas melalui program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang diwujudkan dalam rapor karakter dan kurikulum adab sopan santun. Penekanan diberikan pada penguatan nilai adab, kebiasaan mengaji, serta disiplin salat, dengan harapan guru PAI dapat menjadi teladan nyata di lingkungan sekolah.

Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembiasaan shalat sejak dini berdasarkan ajaran Rasulullah SAW.

“Rasulullah menyuruh para orang tua untuk membiasakan anaknya shalat ketika umur 7 tahun. Sampai umur 10 tahun, bila tidak shalat, disuruh pukul sesuai dengan tuntunan agama namun dengan cara yang tidak sembarangan,” ujarnya.

“Kita tidak boleh bangga dengan ibadah kita hari ini, karena kesalehan yang terlihat belum tentu menjamin kebaikan akhir hidup,” tegasnya.

Ia juga mengajak para guru untuk senantiasa mendoakan setiap peserta didik dan mengimbangi doa dengan usaha maksimal, karena putus asa terhadap rahmat Allah adalah hal yang dilarang.

Reporter: Nor Habibah Rahmah 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *