Kalsel.Radigfamedia.com, Hulu Sungai Tengah – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berpeluang besar menjadi salah satu daerah penerima program pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) tahap pertama tahun 2026. Peluang itu menguat setelah tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melakukan verifikasi dan validasi lapangan di wilayah HST, Selasa (5/5/2026).
Tim yang diutus Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PAUD Dikdas dan PNFI) meninjau langsung lokasi yang diusulkan Pemerintah Kabupaten HST di kawasan Desa Banua Jingah. Selain skenario pembangunan baru, Pemkab HST juga mengusulkan konsep konsolidasi sekolah eksisting.
Dalam Focus Group Discussion (FGD) lintas sektor yang digelar di Aula Yuda Lalana Dinas Pendidikan HST, Rabu (6/5/2026), Tim Verval Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI, Minhajul Ngabidin, menjelaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2026.
“Sebanyak 50 sekolah merupakan pembangunan baru dan 50 lainnya berupa upgrading sekolah eksisting,” jelasnya.
Menurut Minhajul, lokasi yang diusulkan Pemkab HST dinilai cukup strategis karena memiliki akses yang baik serta minim risiko bencana. Namun, terdapat beberapa catatan yang perlu dipenuhi, terutama terkait luasan lahan.
“Lahan yang diusulkan saat ini sekitar 7 hektare, sementara syarat pembangunan baru membutuhkan sekitar 20 hektare. Tetapi secara umum hasil verifikasi sudah sangat baik,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, hasil penilaian sementara terhadap usulan Kabupaten HST telah mencapai skor 70, yang dinilai cukup menjanjikan untuk lolos pada tahap awal pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.
“HST sangat berpeluang masuk pada pembangunan tahun pertama, tinggal melengkapi beberapa catatan yang kami sampaikan,” tambahnya.
Setelah tahapan verifikasi lapangan selesai, hasil penilaian akan dibahas di tingkat kementerian dan dikomunikasikan kembali bersama pemerintah daerah. Penetapan daerah penerima program ditargetkan berlangsung pada akhir Juli 2026, sebelum masuk tahap perencanaan dan pembangunan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah HST, Muhammad Yani, memastikan pemerintah daerah siap memenuhi kebutuhan lahan sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut.
“Tentu kami berkomitmen mempersiapkan lahannya. Kami juga berterima kasih kepada Kemdikdasmen yang sudah melakukan verifikasi lapangan di Kabupaten HST,” katanya.
Diketahui, di Provinsi Kalimantan Selatan hanya dua daerah yang masuk tahap verifikasi dan validasi calon sasaran Sekolah Nasional Terintegrasi tahun 2026, yakni Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Barito Kuala.
Reporter: Nor Habibah Rahmah
