Kalsel.Radigfamedia.com, Hulu Sungai Tengah – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal menyerahkan piagam penghargaan kepada 75 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten HST yang memasuki masa purna tugas.
Penyerahan piagam penghargaan berlangsung di Auditorium HST, Senin (5/10/2026). Momentum tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten HST atas dedikasi dan pengabdian para aparatur yang selama bertahun-tahun menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati HST Samsul Rizal menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh PNS yang telah mendedikasikan tenaga, pikiran dan waktu selama menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.
Menurutnya, masa pensiun bukan berarti berakhirnya kesempatan untuk berkarya dan memberikan manfaat. Para purna tugas masih memiliki pengalaman, pengetahuan serta kemampuan yang dapat terus dibagikan kepada masyarakat.
“Masa pensiun bukanlah akhir dari segalanya. Pensiun atau purna tugas adalah babak baru untuk terus berkarya di tengah masyarakat dengan peran yang berbeda,” ujar Samsul Rizal.
Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki para purna tugas tidak berhenti setelah berakhirnya masa kedinasan. Sebaliknya, pengalaman tersebut diharapkan dapat terus menjadi bekal untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
“Pengabdian tidak berhenti ketika kita melepas seragam sebagai ASN. Masih banyak ruang untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” pesannya.
Pelepasan 75 PNS tersebut ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Bupati HST kepada tiga perwakilan purna tugas.
Mereka yakni Sekretaris Kabupaten (Sekkab) HST H. Muhammad Yani, Kepala Bagian (Kabag) Kesra H. Mukarram, serta Guru PJOK SDN 1 Barabai Timur Hj. Latifah Hani.
Bagi H. Muhammad Yani, purna tugas dari birokrasi juga bukanlah garis akhir pengabdian. Ia justru ingin memasuki fase baru dengan kembali lebih dekat dengan masyarakat, khususnya dalam pembinaan seni, budaya dan kreativitas generasi muda HST.
Selama ini, Yani memang dikenal tidak hanya aktif dalam pemerintahan. Ia juga memiliki perhatian terhadap perkembangan seni dan kreativitas anak muda di Hulu Sungai Tengah.
Perhatian tersebut diwujudkan melalui sejumlah kegiatan pembinaan, di antaranya Gendewa Studio Art Murakata yang kini membina sekitar 300 anggota serta Murakata Symphony Orchestra dengan sekitar 180 anggota.
“Secara struktural memang tidak ada dalam tugas, tetapi kegiatan seperti inilah yang menghidupkan generasi kita untuk terus berkembang dan berkelanjutan,” ujar Yani.
Bagi Yani, ruang pengabdian setelah purna tugas justru terbuka semakin luas. Pengalaman yang diperoleh selama berada di birokrasi akan menjadi bekal untuk terus berkontribusi, terutama dalam mendorong tumbuhnya kreativitas dan potensi generasi muda di daerah.
Penyerahan piagam kepada 75 PNS tersebut menjadi simbol penghargaan atas perjalanan panjang pengabdian mereka sekaligus penanda dimulainya babak baru kehidupan setelah menyelesaikan masa kedinasan.
Reporter:NHR
