Kalsel.Radigfamedia.com, Hulu Sungai Tengah – Sebanyak 45 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) resmi dikukuhkan oleh Bupati HST Samsul Rizal, Minggu (16/8/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi penanda kesiapan para putra-putri terbaik HST untuk mengemban tugas penting pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka akan bertugas mengibarkan Sang Merah Putih dalam upacara yang menjadi salah satu rangkaian sakral peringatan kemerdekaan di Kabupaten HST.
Setelah melalui proses seleksi, pembinaan dan latihan selama berbulan-bulan, ke-45 anggota Paskibraka tersebut kini berada di tahap akhir persiapan sebelum menjalankan tugas yang telah dipercayakan kepada mereka.
Bupati HST Samsul Rizal menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah terpilih. Menurutnya, menjadi Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Menjadi Paskibraka merupakan suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab. Kalian adalah putra-putri terbaik yang dipercaya untuk mengemban tugas mulia mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih,” ujarnya.
Ia berpesan agar seluruh anggota Paskibraka menjaga kehormatan, kekompakan dan kepercayaan diri saat menjalankan tugas.
“Saat Sang Merah Putih perlahan ditarik ke angkasa, ingatlah bahwa kalian tengah membawa kehormatan bangsa, kebanggaan daerah, dan doa dari keluarga,” ujarnya.
Di antara 45 anggota Paskibraka tersebut, terdapat Muhammad Arief, siswa SMA Negeri 1 Barabai. Bagi Arief, pengukuhan ini menjadi buah dari perjalanan panjang yang telah dimulainya sejak masih aktif di Paskibra tingkat sekolah. Ia mulai mengikuti Paskibra di sekolah sejak Juli 2025. Ketertarikannya untuk terus berkembang kemudian membawanya mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Kabupaten HST pada Maret 2026.
“Awalnya saya ikut Paskibra di sekolah sejak Juli 2025. Kemudian pada bulan Maret saya mengikuti seleksi untuk tingkat kabupaten dan Alhamdulillah saya terpilih,” ungkap Arief.
Perjalanan tersebut dilaluinya bersama tujuh teman dari sekolahnya. Dari delapan siswa yang mengikuti seleksi, hanya empat orang yang akhirnya berhasil terpilih menjadi Paskibraka tingkat kabupaten.
“Dari sekolah ada delapan orang yang mengikuti seleksi. Setelah melalui proses seleksi, akhirnya hanya empat orang yang terpilih untuk tingkat kabupaten,” katanya.
Setelah dinyatakan lolos, perjuangan Arief belum berakhir. Bersama anggota Paskibraka lainnya, ia menjalani berbagai rangkaian latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi tugas pada upacara kemerdekaan.
Mulai dari latihan baris-berbaris, kedisiplinan, kekompakan hingga berbagai persiapan teknis dilakukan secara rutin. Rangkaian latihan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh anggota mampu menjalankan tugas dengan baik.
“Berbagai latihan sudah kami jalani sebelum sampai di tahap ini. Latihannya cukup melelahkan, tetapi kami menjalaninya dengan semangat karena kami tahu tugas yang akan kami laksanakan besok adalah tugas yang sakral untuk kemerdekaan Indonesia,” tuturnya.
Kini, seluruh proses panjang tersebut akan mencapai puncaknya. Arief bersama 44 anggota Paskibraka HST lainnya siap berdiri tegap dan menjalankan amanah mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Untuk besok tentunya saya merasa bangga sekaligus gugup. Tetapi saya akan berusaha memberikan yang terbaik dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Semoga semuanya berjalan lancar,” ujarnya.
Keberhasilan Arief menjadi Paskibraka Kabupaten HST juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarganya. Rusmidawati, orang tua Muhammad Arief, mengaku terharu sekaligus bangga melihat perjuangan putranya hingga berhasil berada di tahap tersebut.
Menurutnya, perjalanan Arief bukan sesuatu yang didapatkan dengan mudah. Ia menyaksikan sendiri bagaimana putranya menjalani latihan, mengikuti seleksi dan berusaha mempertahankan semangat hingga akhirnya terpilih sebagai anggota Paskibraka Kabupaten HST.
“Sebagai orang tua tentu saya sangat bangga melihat perjuangan Arief sampai sejauh ini. Dari awal mengikuti Paskibra di sekolah, kemudian mengikuti seleksi tingkat kabupaten sampai akhirnya terpilih,” ujar Rusmidawati.
Baginya, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Arief, tetapi juga kebahagiaan bagi seluruh keluarga.
“Saya melihat sendiri bagaimana dia berlatih dan mempersiapkan diri. Mudah-mudahan semua perjuangannya selama ini terbayar dengan menjalankan tugas besok dengan baik dan lancar,” katanya.
Rusmidawati pun menitipkan pesan kepada putranya agar tetap percaya diri, menjaga kesehatan dan tidak lupa berdoa sebelum menjalankan tugas.
“Yang penting tetap semangat, percaya diri dan jangan lupa berdoa. Ibu selalu mendoakan semoga Arief dan semua teman-temannya diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas,” tuturnya.
Reporter:Nor Habibah Rahmah
