Kalsel.Radigfamedia.com, Hulu Sungai Tengah – Bupati Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal bergerak cepat menyusun langkah nyata dalam mengantisipasi potensi banjir dengan melakukan pengerukan sedimentasi di sejumlah titik Sungai Barabai yang mengalami pendangkalan.
Kegiatan ini Bupati beserta jajaran memantau langsung kondisi aliran Sungai Barabai, Pada Senin (31/8/2026). Langkah tersebut dilakukan menyusul banyaknya material yang terbawa arus saat banjir dan kemudian mengendap di dasar sungai. Kondisi ini dinilai dapat mengurangi kapasitas aliran sungai dan meningkatkan risiko luapan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Dalam waktu dekat kita akan lakukan penanganan. Sungai Barabai ini akan di keruk agar lebih dalam sehingga pada musim hujan ke depan dapat mengurangi bencana banjir,” kata Samsul Rizal.
Ia menjelaskan, pengerukan tahap awal akan diprioritaskan pada aliran Sungai Barabai dari Desa Pajukungan hingga wilayah Munti. Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat banyak titik yang mengalami pendangkalan sehingga perlu segera ditangani sebelum memasuki periode hujan dengan intensitas tinggi.
“Di wilayah tersebut sangat banyak titik pendangkalan dan akan segera kita tangani,” ujarnya.
Samsul Rizal mengatakan, penanganan tidak akan berhenti pada titik tersebut. Pemkab HST juga akan mengupayakan pengerukan lanjutan dari Pajukungan menuju Jaranih hingga ke bagian ujung aliran Sungai Barabai.
“Kita akan upayakan tahap selanjutnya dari Pajukungan sampai Jaranih hingga ujung sungai,” katanya.
Menurutnya, kondisi debit Sungai Barabai yang saat ini relatif surut menjadi momentum yang tepat bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pekerjaan. Kondisi air yang surut dinilai akan memudahkan proses pengerukan sekaligus memungkinkan penanganan dilakukan sebelum debit sungai kembali meningkat saat musim hujan.
“Ini usaha pemerintah daerah memanfaatkan kondisi sungai yang saat ini sedang surut. Akan secepatnya kami tangani,” tegasnya.
Pengerukan sedimentasi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tampung Sungai Barabai sekaligus memperlancar aliran air. Dengan begitu, risiko luapan sungai yang dapat menggenangi permukiman maupun fasilitas masyarakat di sekitar aliran sungai dapat ditekan.
Pemkab HST akan memprioritaskan titik-titik dengan tingkat pendangkalan cukup parah. Penanganan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap pada bagian sungai lainnya sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi Pemkab HST dalam menghadapi ancaman banjir, sekaligus menjaga fungsi Sungai Barabai sebagai salah satu aliran utama yang berperan penting bagi kawasan perkotaan Barabai.
Reporter:Nor Habibah Rahmah
