Kasus ISPA di HST Meningkat, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Kabut Asap

Kalsel.Radigfamedia.com, Hulu Sungai Tengah – Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), seiring meningkatnya jumlah kasus dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan HST, kasus ISPA pada Juni 2026 tercatat sebanyak 2.194 kasus. Angka tersebut meningkat pada Juli 2026 menjadi 2.861 kasus, atau bertambah sebanyak 667 kasus dalam satu bulan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan HST, Muallim, mengatakan peningkatan kasus ISPA perlu menjadi perhatian bersama, terlebih di tengah kondisi musim kemarau dan potensi munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Muallim, ISPA dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Penyebab yang paling sering adalah infeksi virus, di antaranya virus influenza, rhinovirus, adenovirus, serta coronavirus. Selain itu, ISPA juga dapat disebabkan oleh bakteri seperti Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae.

“ISPA tidak hanya disebabkan oleh virus dan bakteri, tetapi juga dapat dipengaruhi kondisi lingkungan. Paparan polusi udara, asap rokok, serta ventilasi rumah yang kurang baik dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan,” ujar Muallim, Jum’at (21/8/2026).

Ia menambahkan, asap dari karhutla juga menjadi salah satu faktor pemicu yang perlu diwaspadai. Penurunan kualitas udara akibat kabut asap dapat meningkatkan paparan partikel berbahaya yang masuk ke saluran pernapasan masyarakat.

“Dampak buruk dari penurunan kualitas udara sangat jelas. Masyarakat yang tinggal di kawasan dengan tingkat polusi tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan saluran pernapasan karena terpapar debu halus, asap kendaraan bermotor maupun asap kebakaran,” jelasnya.

Mengantisipasi potensi karhutla dan peningkatan kasus ISPA apabila kualitas udara berada pada kondisi tidak sehat, Dinas Kesehatan HST telah menyiapkan sejumlah langkah pencegahan.

Muallim menyampaikan, salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya kabut asap pada musim kemarau. Edukasi tersebut dilakukan melalui puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten HST.

“Penyuluhan kepada masyarakat terkait bahaya kabut asap di musim kemarau dilakukan melalui puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten HST,” katanya.

Selain penyuluhan, Dinkes HST mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika keluar rumah apabila terjadi karhutla dan kondisi udara mulai dipenuhi asap. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi paparan langsung partikel asap yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, serta mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.

Muallim mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala ISPA. Apabila mengalami keluhan pada saluran pernapasan yang tidak kunjung membaik, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Yang paling penting adalah masyarakat mengenali gejala dan melakukan pencegahan sejak dini. Dengan kewaspadaan bersama, risiko ISPA akibat penurunan kualitas udara dapat diminimalkan,” pungkasnya.

Reporter: Nor Habibah Rahmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *