Kalsel.Radigfamedia.com, Balangan – Gemerlap cahaya lampu hias menerangi kawasan Siring Kota Paringin saat Festival Ba’arak Tanglong 2026. Tradisi khas Ramadan yang telah mengakar di tengah masyarakat Banjar itu kembali menyedot perhatian ribuan warga yang memadati lokasi untuk menyaksikan parade mobil hias bernuansa Islami, digelar pada Jumat malam (13/3/2026).
Suasana malam Ramadan di ibu kota Kabupaten Balangan itu tampak semarak. Deretan kendaraan yang dihiasi aneka lampu warna-warni bergerak menyusuri rute parade, menampilkan beragam kreasi yang memukau masyarakat. Mulai dari miniatur masjid, replika Al-Qur’an, hingga ornamen bulan sabit dan bintang menghiasi setiap kendaraan peserta, menciptakan pemandangan yang sarat nuansa religius.
Festival tahun ini diikuti sebanyak 30 peserta yang berasal dari berbagai instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok masyarakat. Kreativitas para peserta menjadi daya tarik tersendiri yang berhasil menghidupkan suasana Ramadan sekaligus mempertahankan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.
Di tengah antusiasme masyarakat, Ketua DPRD Kabupaten Balangan, Lindawati, turut hadir menyaksikan jalannya festival bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran Pemerintah Kabupaten Balangan. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat daerah.
Lindawati mengatakan Festival Ba’arak Tanglong bukan sekadar agenda hiburan tahunan, melainkan memiliki nilai budaya, sosial, dan keagamaan yang penting untuk terus dijaga. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan selama bulan suci Ramadan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena selain melestarikan budaya daerah, juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat serta mendorong kreativitas generasi muda dalam menyemarakkan Ramadan,” ujarnya.
Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat dan peserta dalam festival menunjukkan bahwa tradisi Ba’arak Tanglong masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Balangan. Karena itu, keberlangsungan kegiatan tersebut perlu terus didukung oleh seluruh elemen daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam merancang dan menampilkan berbagai kreasi dekorasi menjadi salah satu aspek penting yang patut diapresiasi. Selain menumbuhkan kreativitas, kegiatan tersebut juga menjadi media edukasi untuk mengenalkan nilai-nilai budaya dan keagamaan kepada generasi penerus.
“Festival ini bukan hanya menjaga warisan budaya yang telah ada sejak lama, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan positif selama Ramadan,” katanya.
Lindawati berharap Festival Ba’arak Tanglong dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan konsep yang semakin kreatif dan inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang menjadi ciri khasnya. Ia optimistis kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu agenda budaya unggulan yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menarik minat masyarakat untuk terus melestarikannya.
Dengan semangat kebersamaan yang tercermin dalam setiap rangkaian kegiatan, Festival Ba’arak Tanglong 2026 kembali membuktikan bahwa tradisi lokal dapat tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar parade lampu hias, festival ini menjadi simbol persatuan, kreativitas, dan kecintaan masyarakat Balangan terhadap warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Reporter: NHR
