Nostalgia Bareng Biangindas, Ribuan Warga Ramaikan Malam Penutupan Festival Pemuda Menyala

Kalsel.Radigfamedia.com, Hulu Sungai Tengah – Ribuan warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memadati Lapangan Dwi Warna Barabai untuk menyaksikan malam penutupan Festival Pemuda Menyala 2026, yang menghadirkan band Biangindas, yang sebelumnya dikenal dengan nama Bagindas, sukses membawa masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z, bernostalgia lewat lagu-lagu populer era 2000-an, Rabu malam (4/11/2026)..

Sejak awal penampilan, Biangindas langsung menghidupkan suasana. Lagu-lagu hits yang pernah mewarnai masa remaja banyak orang dibawakan dengan apik dan disambut antusias penonton. Ribuan warga pun ikut bernyanyi bersama, membuat suasana Lapangan Dwi Warna semakin meriah.

Kemeriahan tersebut juga dirasakan Nabila Azkiya, salah satu penonton yang hadir pada malam penutupan. Ia mengaku terhibur dengan konsep acara dan penampilan Biangindas yang dinilainya berhasil menghadirkan suasana nostalgia.

“Penutupan kali ini sangat meriah dan ramai sekali, karena ini event pemuda dengan bintang yang hadir merupakan band ternama. Sungguh luar biasa, terasa nostalgia ftv zaman sekolah” ungkapnya.

Namun, Festival Pemuda Menyala 2026 bukan sekadar menghadirkan hiburan musik. Kegiatan yang digelar DPD KNPI HST ini juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM, organisasi kepemudaan, sekolah, dan berbagai pihak untuk berkolaborasi serta menunjukkan kreativitas.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Nadea Rizky Ananda, menyampaikan bahwa festival tersebut melibatkan 69 tenda. Jumlah itu terdiri dari 53 tenda pelaku UMKM serta 16 tenda untuk organisasi kepemudaan, sekolah, dan dinas terkait.

“Antusiasme masyarakat yang luar biasa ini tentu sangat berdampak untuk UMKM kita yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ujar Nadea.

Ia menjelaskan, jumlah pengunjung rata-rata mencapai 2.500 hingga 3.500 orang setiap harinya. Tingginya kunjungan tersebut membuka peluang pasar lebih luas bagi produk-produk lokal sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku usaha.

Nadea berharap Festival Pemuda Menyala dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami berharap Festival Pemuda Menyala tidak hanya menjadi hiburan sesaat, tetapi tumbuh sebagai ruang kolaborasi, kreativitas, pemberdayaan UMKM, dan penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten HST melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Muhammad Pajaruddin turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Pemuda Menyala yang untuk pertama kalinya digelar tersebut.

Saat membacakan sambutan Bupati HST, Pajaruddin menilai kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, berbagai kegiatan yang digelar diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

“Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan ini tidak hanya menjadi euforia sesaat, tetapi juga dapat memberikan semangat baru bagi pemuda Hulu Sungai Tengah untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi daerah,” ungkap Pajaruddin.

Selain bazar UMKM dan hiburan musik, festival ini juga diisi dengan dialog pemuda, silaturahmi antarorganisasi, pra-apresiasi, hingga deklarasi Pemuda HST Bersatu. Kegiatan tersebut turut diwarnai aksi sosial melalui pengumpulan donasi untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Festival Pemuda Menyala 2026 pun ditutup secara resmi oleh Bupati HST Samsul Rizal yang diwakili Sekda Muhammad Pajaruddin.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Festival Pemuda Menyala diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi awal tumbuhnya kolaborasi yang lebih kuat antara pemuda, pelaku UMKM, dan pemerintah dalam mendorong kemajuan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Reporter:NHR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *