Kalsel.radigfamedia.com, Hulu Sungai Tengah — Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar dan keinginan untuk mendorong pemuda agar lebih peka terhadap persoalan sosial, PAKAR (Pemuda Peka Kondisi Sekitar) hadir sebagai wadah bagi generasi muda untuk bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Komunitas PAKAR digagas dan didirikan oleh Luthpah Ajizah bersama sejumlah pemuda yang memiliki keresahan yang sama terhadap masih kurangnya kepedulian generasi muda terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar. Melalui semangat kebersamaan, PAKAR berupaya mengajak pemuda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dalam membantu masyarakat dan merespons berbagai persoalan yang terjadi di sekitar mereka.
Salah satu aksi nyata yang telah dilakukan PAKAR adalah penyaluran bantuan kepada korban kebakaran di Desa Cukan Lipai, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pada Senin, 8 September 2025.
Dalam kegiatan tersebut, PAKAR menyalurkan donasi yang dihimpun dari para donatur dan relawan untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban yang terdampak musibah. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus bukti bahwa gerakan pemuda, meskipun dimulai dari langkah sederhana, dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi Luthpah Ajizah, pendirian PAKAR bukan sekadar membentuk sebuah komunitas, tetapi menjadi upaya untuk menanamkan kesadaran bahwa pemuda memiliki peran penting dalam kehidupan sosial di daerahnya.
«“PAKAR lahir dari keresahan bahwa pemuda harus lebih peka terhadap kondisi di sekitarnya. Kami ingin membangun ruang bagi pemuda untuk saling mengajak, bergerak, dan memberikan manfaat. Alhamdulillah, melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama, kami dapat hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan.”»
Keberadaan PAKAR juga menjadi ruang bagi para pemuda untuk belajar mengenai kepedulian sosial, kerja sama, kepemimpinan, serta membangun inisiatif dari lingkungan mereka sendiri. Setiap kegiatan yang dilakukan menjadi proses bagi para anggotanya untuk memahami bahwa kontribusi kepada masyarakat tidak selalu harus dimulai dari hal besar.
Melalui PAKAR, Luthpah bersama teman-teman pemuda terus berupaya membangun budaya “peka, peduli, dan bergerak” di kalangan generasi muda. Harapannya, semakin banyak pemuda yang berani mengambil peran dan menghadirkan gerakan positif sesuai kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.
Alhamdulillah, langkah yang dimulai dari sebuah keresahan tersebut kini telah berkembang menjadi gerakan bersama. PAKAR menjadi salah satu bukti bahwa ketika pemuda memiliki kepedulian dan kemauan untuk bergerak, sebuah gagasan sederhana dapat tumbuh menjadi aksi yang memberikan dampak bagi masyarakat.
PAKAR pun diharapkan dapat terus berkembang sebagai wadah kepemudaan yang konsisten menghadirkan kegiatan sosial, membangun kepedulian, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang ada di lingkungan masyarakat Hulu Sungai Tengah.
