Wali Kota Banjarmasin Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Pasar Lama

Kalsel.radigfamedia.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat membantu warga terdampak kebakaran di bantaran Sungai Pasar Lama, RT 02 RW 02, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyerahkan bantuan sosial logistik tanggap darurat bencana kepada warga terdampak pada Rabu (16/9/2026) sore.

Kebakaran yang terjadi pada Rabu dini hari tersebut mengakibatkan 22 kepala keluarga (KK) atau 55 jiwa terdampak. Penyerahan bantuan dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga setelah kehilangan tempat dan barang akibat musibah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Yamin menyampaikan belasungkawa kepada warga yang terdampak. Ia berharap bantuan yang diberikan pemerintah dapat sedikit meringankan beban masyarakat dalam menghadapi kondisi pascakebakaran.

“Tentunya kami atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin turut berbelasungkawa atas terjadinya kebakaran subuh tadi. Kita tidak menginginkan hal ini terjadi, namun ini adalah musibah yang terjadi. Harapan kita, apa yang bisa diberikan oleh pemerintah dapat meringankan beban Bapak-Ibu sekalian,” ujar Yamin.

Yamin juga memastikan komunikasi dan koordinasi dengan warga akan terus dilakukan untuk melihat kebutuhan serta langkah penanganan selanjutnya.

“Kita berharap Bapak-Ibu dalam menghadapi segala hal tentunya harus sabar. Mudah-mudahan kita akan terus komunikasikan lagi dan bisa memberikan dukungan serta terus memperbaiki keadaan yang terjadi seperti ini,” tambahnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Eka Rahayu Normasari menjelaskan, bantuan yang disalurkan terdiri atas bahan sandang dan pangan dari Dinas Sosial, bantuan senilai Rp3 juta dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta bantuan Rp500 ribu dari Baznas. Bantuan juga turut diberikan oleh Kapolresta Banjarmasin.

“Semua ini diberikan kepada kepala keluarga, jadi hitungannya per KK bukan per jiwa. Karena yang terkena dampak dari musibah ini sebanyak 22 KK atau 55 jiwa,” jelas Ayu.

Untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak, Dinas Sosial juga telah menyiapkan dapur umum. Namun, kondisi lokasi yang berada di kawasan pasar membuat penyediaan makanan dilakukan dalam bentuk bungkusan yang kemudian diantarkan kepada warga.

“Kami sudah mendirikan dapur umum, hanya saja tidak dibangun di sini karena mungkin akan menyulitkan warga. Lokasinya juga merupakan area pasar yang beroperasi setiap hari. Sehingga permakanan yang kami berikan berupa bungkusan untuk makan pagi dan makan siang,” terangnya.

Selain bantuan tanggap darurat, Dinas Sosial mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai dan lingkungan dengan bangunan yang mudah terbakar.

Ayu mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan rumah tangga yang berpotensi menjadi sumber api, termasuk kompor dan perangkat listrik.

“Harapan kami kepada korban, untuk saat ini yang paling penting adalah tetap waspada. Potensi kebakaran bisa berasal dari kompor maupun listrik. Apalagi rumah-rumah warga di bantaran sungai Pasar Lama banyak yang berbahan kayu sehingga mudah terbakar,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat memperhatikan penggunaan colokan listrik, termasuk saat mengisi daya telepon seluler, menggunakan kipas angin maupun perangkat elektronik lainnya.

“Harapannya, dalam musim-musim kemarau ini warga dapat berhati-hati terhadap colokan-colokan, baik colokan HP, listrik, kipas angin dan lainnya. Juga memperhatikan apabila melakukan aktivitas di dapur seperti masak-memasak,” imbuhnya.

Salah seorang korban, Sabri, menceritakan kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 WITA. Menurutnya, api pertama kali muncul dari kompor gas di salah satu toko yang berada di kawasan tersebut.

“Awal mula api dari kompor gas di sebelah sini, bibi yang jualan sayur. Kejadiannya sekitar jam 4 lewat subuh,” ungkap Sabri.

Menurut Sabri, api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. Sebanyak 14 toko dan satu mushola, atau total 15 bangunan, terdampak dalam peristiwa tersebut.

“Awal mula api dari kompor gas, kemungkinan selangnya bocor dan tiba-tiba meletus yang membuat api berkobar hebat. Barang-barang pun tidak bisa diselamatkan lagi, habis semua di dalam toko,” pungkasnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat dan bantaran sungai. Pemerintah Kota Banjarmasin melalui perangkat daerah terkait terus mendorong masyarakat untuk memperhatikan aspek keselamatan dalam penggunaan listrik maupun peralatan memasak guna mencegah kejadian serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *